Buku ialah gudang ilmu

 

Mungkin anda sering mengejar dua ungkapan tersebut. Namun, arti dari pernyataan tersebut akan menguap sia-sia ketika tidak menyimak buku. Jika dibiarkan, bukankah segala pesan yang tergurat dalam kitab itu tak bakal sampai?

Semua ilmu yang sejatinya bisa memperkaya pengetahuan tidak bakal ke mana-mana bila melulu tersimpan rapat-rapat dalam halaman demi halaman kitab tersebut. Lebih jauh, membaca kitab termasuk salah satu pekerjaan yang menghasilkan tidak sedikit manfaat untuk para pembacanya. Berikut enam guna membaca kitab yang butuh Anda ketahui.

1. Meningkatkan Kecerdasan

The more that you read, the more things you will know. The more that you learn, the more places you’ll go”. Seperti yang dituliskan Dr. Seuss, membaca kitab sebanyak-banyaknya bisa memperluas pengetahuan dan mendatangkan tidak sedikit pembelajaran baru dalam hidup seseorang. Di samping itu, membudayakan diri untuk menyimak sejak dini bisa meningkatkan kepintaran seseorang.

Peneliti Anne Cunningham dan Keith Stanovich mengaku bahwa kelaziman membaca semenjak kecil diduga mampu memengaruhi kuantitas menyimak seseorang dari tahun ke tahun. Dengan tingginya jam terbang dalam membaca, seseorang bisa memperkaya kosakata dan keterampilan membacanya. Berdasarkan keterangan dari penelitian beda dari University of Edinburgh dan King’s College London, keterampilan membaca yang telah dibangun dari umur belia tersebut dapat meningkatkan kepintaran secara keseluruhan.

2. Meningkatkan Daya Ingat dan Konsentrasi

Sama halnya dengan tubuh yang memerlukan olahraga supaya tetap bugar, benak manusia pun perlu berolahraga untuk menjaga fungsinya. Otak insan sendiri memiliki sejumlah fungsi kognitif, seperti keterampilan daya ingat dan konsentrasi. Lalu, apa olahraga yang bisa mempertahankan, bahkan menambah kedua faedah kognitif dari benak tersebut?

Berdasarkan keterangan dari jurnal riset yang dilaksanakan oleh American Academy of Neurology, membaca kitab mampu mengajar daya ingat dan fokus seseorang. Well, olahraga yang simpel bukan? Dengan membaca kitab secara rutin, benak distimulasi guna terbiasa mengubah pikiran dan memori, serta konsentrasi terhadap sebuah hal selama sejumlah waktu. Let’s save our some time to read!

3. Mencegah Penyakit Alzheimer

 

Penurunan keterampilan mental rentan menyerang semua lanjut usia. Salah satunya ialah Alzheimer atau penyakit pada benak yang mengakibatkan penurunan daya ingat dan faedah kognitif seseorang. Perlu diketahui andai sampai ketika ini belum terdapat obat penawar untuk penyakit Alzheimer. Kabar baiknya, Alzheimer dapat dicegah.

Berdasarkan riset yang dilaksanakan Rush University Medical Centre, kegiatan sehari-hari sangat dominan terhadap faedah kerja benak sehingga tidak dapat disepelekan begitu saja. Aktivitas keseharian tertentu diketahui dapat meminimalisir penurunan keterampilan mental laksana Alzheimer pada 32 persen penderitanya. Guess what? Salah satu kegiatan yang dapat menangkal Alzheimer ialah membaca kitab loh!

 

4. Menumbuhkan Rasa Empati

Empati merupakan keterampilan seseorang guna menyelami pemikiran dan suasana emosional orang lain. Dengan rasa empati, seseorang turut menikmati apa yang sedang dialami dan dirasakan individu lainnya. Di samping dapat membina suatu relasi dan tenggang rasa yang lebih baik dengan orang lain, empati pun mampu membuat kehidupan yang tenteram. Lantas, bagaimana teknik menumbuhkan empati?

Ada sekian banyak cara untuk membina rasa empati. It turns out that reading books is one of those. Hasil riset dari The New School for Social Research melafalkan bahwa dengan menyimak buku—terutama fiksi—dapat menolong seseorang untuk mengetahui apa yang dipikirkan orang beda dari emosi yang disajikan.

5. Mengurangi Stres

Stres dapat mendekat kapan saja. Dunia kerja yang sarat tekanan, macet di mana-mana, masalah keluarga, atau bahkan hal-hal sepele dapat jadi penyebab. Dampaknya juga tidak baik guna seseorang yang merasakan stres. Berdasarkan keterangan dari jurnal pernelitian yang diterbitkan oleh National Academy of Sciences, stres enteng saja bisa merusak pengendalian emosi seseorang. Oleh sebab itu, berbagai kegiatan menyenangkan dipilih guna meneduhkan stres yang memiliki akibat buruk.

Mungkin beberapa orang ingin menonton film, jalan-jalan, atau memperhatikan musik untuk mengenyahkan penat. Namun, menyimak jadi pekerjaan yang dominan signifikan dalam menghilangkan stres. Para peneliti dari University of Sussex mengungkapkan andai level stres bisa berkurang sampai 68 persen melulu dengan menyediakan enam menit membaca. Hal ini disebabkan segala khayalan yang muncul saat membaca kitab mampu menyuruh para pembacanya guna melupakan sejenak stres yang sedang dialami. Seperti kata Neil Gaiman, “Books make great gifts because they have whole worlds inside of them”.

6. Memperpanjang Hidup

Ada kenyataan menarik lainnya bersangkutan guna membaca. Berdasarkan riset dari Yale University’s School of Public Health, mereka yang menyediakan waktu guna membaca kitab memiliki peluang hidup lebih lama. Diperkirakan bahwa melulu dengan 3,5 jam membaca kitab setiap minggunya, pembaca bisa memperpanjang hidupnya sekitar 23 bulan. Perlu digarisbawahi, peneliti mengejar bahwa kitab yang lebih berpengaruh.

 

 

 

 

Leave a Comment